Assalamu’alaikum teman-teman.
Sebelumnya kita sudah
membahas landasan teori mulimedia pembelajaran, nah pada kesempatan kali
ini kita akan membahas prinsip-prinsip multimedia pembelajaran. Yuk kita
simak bersama.
PRINSIP-PRINSIP MULTIMEDIA
PEMBELAJARAN
A. Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran
Untuk
menghasilkan media pembelajaran yang baik perlu dilakukan dengan menempuh
prosedur yang benar dalam proses pengembangannya. Soulier sebagaimana dikutip
oleh Sunaryo Sunarto (2002) menjelaskan bahwa tahapan pengembangan media
khususnya yang berbantuan komputer meliputiplan, development, dan evaluation.
William W
Lee dalam bukunya Multimedia Based Instructinal Design
menguraikan empat tahap prosedur pengembangan media yang meliputi analysis,
design, development, dan evaluation (2004: 161).
1.
Analysis
Sebelum
mengembangkan media, terlebih dahulu harus dilakukan analisis kebutuhan.
Analisis kebutuhan dapat dilakukan dengan cara observasi lapangan atau melalui
kajian pustaka.
2.
Design
Tahap desain
mencakup desain pembelajaran dan desain produk media. Tahap desain pembelajaran
meliputi komponen: identitas, standar kompetensi dan kompetensi dasar, materi
pokok, strategi pembelajaran, rancangan evaluasi, dan sumber bahan. Sedangkan
desain produk media mencakup elemen: struktur diagram alir,
storyboard, dan elemen gambar atau animasi.
3.
Development
Tahap ini
adalah tahapan produksi media sesuai dengan desain yang direncanakan. Pada
tahap ini dilakukan assembling (perakitan) berbagai elemen media yang diperlukan
menjadi satu kesatuan media utuh yang siap digunakan.
4.
Evaluation
Evaluasi
terhadap media pembelajaran dilakukan dengan dengan cara validasi oleh ahli
materi dan ahli media, untuk mengetahui kualitas media yang telah dihasilkan.
Selain dengan validasi ahli, evaluasi juga dilakukan dalam bentuk ujicoba oleh
pengguna. Ujicoba media dilakukan dengan tiga tahap, yaitu ujicoba perorangan,
ujicoba kelompok kecil, dan ujicoba lapangan.
Prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran merujuk
pada pertimbangan seorang guru dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran
untuk digunakan atau dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini
disebabkan adanya beraneka ragam media yang dapat digunakan atau dimanfaatkan
dalam kegiatan belajar mengajar. Menurut Rumampuk (1988:19) bahwa
prinsip-prinsip pemilihan media adalah sebagai berikut :
1.
Harus diketahui dengan jelas media itu dipilih bertujuan
untuk apa
2.
Pemilihan media hams secara objektif, bukan
semata-mata didasarkan atas kesenangan guru atau sekedar sebagai selingan atau
hiburan.
3.
Tidak ada satu pun media dipakai untuk mencapai semua
tujuan. Setiap media memiliki kelebihan dan kelemahan. Untuk menggunakan media
dalam kegiatan belajar mengajar hendaknya dipilih secara tepat dengan melihat
kelebihan media untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu
4.
Pemilihan media hendaknya disesuaikan dengan metode
mengajar dan materi pengajaran, mengingat media merupakan bagian yang integral
dalam proses belajar mengajar
5.
Untuk dapat memilih media dengan tepat, guru hendaknya
mengenal ciri-ciri dan masing-masing media
6.
Pemilihan media hendaknya disesuaikan dengan kondisi
fisik lingkungan.
B. Prinsip
Merancang Multimedia
Pembelajaran
Hasil
penelitian yang dilakukan oleh Richard E. Mayer (2001) menunjukan bahwa anak
didik kita memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Kini dunia pendidikan
makin maju, dapatkah modalitas belajar siswa yang berbeda-beda ini dibawa dalam
sebuah teknologi Multimedia? Menurut Mayer ada 12 prinsip desain multimedia
pembelajaran yang dapat diterapkan di Pembelajaran:
1.
Prinsip Multimedia
Orang belajar lebih
baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja. Karena dinamakan
multimedia berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media (teks, gambar,
grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu kesatuan yang
harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi single-media.
2.
Prinsip Kesinambungan Spasial
Orang belajar lebih
baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan
apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada
gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi
dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar
tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.
3.
Prinsip Kesinambungan Waktu
Orang belajar lebih
baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan
apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda ingin
memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks, misalnya,
sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan satu-satu, sebab
akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama lain. Begitu kata
Mayer.
4.
Prinsip Koherensi
Orang belajar lebih
baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak
relevan tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak sekali pengembang
media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk
mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi,
menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan
relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam.
5.
Prinsip Modalitas Belajar
Orang belajar lebih
baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks
pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi daripada sudah ada
narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini, sangat mengganggu.
6.
Prinsip Redudansi
Orang belajar lebih
baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi, narasi
plus teks pada layar (redundan). Sama dengan prinsip di atas. Jangan
redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah
tumpang tindih pula dengan teks yang panjang.
7.
Prinsip Personalisasi
Orang belajar lebih
baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational)
daripada kalimat yang lebih bersifat formal. Lebih baik menggunakan
kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teoritis, oleh karena itu,
sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.
8.
Prinsip Interaktivitas
Orang belajar lebih
baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya
(manipulatif: simulasi, game, branching). Sebenarnya, orang belajar itu tidak
selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat
dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus
memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu
sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan
sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang
konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan
tingkat interaktivitas makin tinggi.
9.
Prinsip Sinyal (cue, highlight, ..)
Orang belajar lebih
baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan
terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan
lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of
interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting
sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.
10.
Prinsip Perbedaan Individu
9 prinsip tersebut
berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang
berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual
berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang
berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi
berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang
berpengaruh bagi yang sebaliknya.
11.
Prinsip
Praktek
Interaksi adalah hal
terbaik untuk belajar,kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat meningkatkan
cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang sedang
dipelajari.
12.
Pengandaian
Menjelaskan materi
dengan audio meningkatkan belajar. Siswa belajar lebih baik dari animasi
dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar.
C. Prinsip
Pengembangan Multimedia Pembelajaran
Beberapa
prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan media pembelajaran meliputi:
prinsip kesiapan dan motivasi, penggunaan alat pemusat perhatian, pengulangan,
partisipasi aktif peserta didik, dan umpan balik (Abdul Gafur, 2007: 20-22).
1.
Prinsip
kesiapan dan motivasi
Prinsip ini menekankan
bahwa kesiapan dan motivasi peserta didik untuk menerima informasi pembelajaran
sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Kesiapan
peserta didik mencakup kesiapan pengetahuan prasyarat, kesiapan mental, dan
kesiapan fisik. Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan atau mengikuti
kegiatan belajar. Motivasi tersebut dapat berasal dari dalam diri maupun dari
luar diri peserta didik (Abdul Gafur, 2007: 20).
2.
Penggunaan
alat pemusat perhatian
Penggunaan alat pemusat
perhatian dalam media pembelajaran
dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta didik untuk fokus terhadap
materi pelajaran. Hal ini membantu konsentrasi peserta didik dalam memahami isi
pelajaran sehingga penguasaan mereka menjadi lebih baik.
3.
Pengulangan
Informasi atau
keterampilan baru jarang sekali dapat dikuasai secara maksimal hanya dengan
satu kali proses belajar. Agar penguasaan terhadap informasi atau keterampilan
baru tersebut dapat lebih optimal, maka perlu dilakukan bebrapa kali pengulangan.
Prinsip pengulangan ini harus diperhatikan dalam mengembangkan media
pembelajaran.
4.
Partisipasi
aktif peserta didik
Proses belajar
mengajar akan lebih berhasil manakala terjadi interaksi dua arah antara
pengajar dan peserta didik. Partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran
dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi pelajaran. Oleh karena itu
media pembelajaran yang digunakan hendaknya mampu menimbulkan keterlibatan
peserta didik secara aktif (interaktif) dalam proses belajar
5.
Umpan balik
Umpan balik yang
diberikan oleh pengajar secara tepat dapat menjadi pendorong bagi peserta didik
untuk selalu meningkatkan prestasinya. Untuk itu, pengajar harus memberikan
respon umpan balik secara berkala terhadap kemajuan belajar peserta didik (Abdul
Gafur, 2007: 20).
Berdasarkan penjelasan diatas, penulis masih belum memahami beberapa
penjelasan, sehingga muncul pertanyaan yaitu:
Menurut
Mayer pada prinsip koherensi kita dituntut untuk mencantumkan apa yang
diperlukan dan relevan saja pada saat merancang multimedia pembelajaran lalu bagaimana caranya agar multimedia pembelajaran yang
kita rancang dapat menarik perhatian dan memotivasi siswa untuk belajar?
DAFTAR
PUSTAKA
http://windykartika7.blogspot.com/2017/02/prinsip-prinsip-multimedia-untuk.html
https://hcfelany.wordpress.com/2014/05/20/prinsip-prinsip-multimedia-pembelajaran/
Agar menarik dan bisa memotivasi siswa dalan belajar maka dalam merancang multimedia kita harus memperhatikan prinsip-prinsip multimedia pembelajaran dan menerapkannya.
BalasHapus. . .
Jawaban yg singkat, namun itulah adanya dan semoha bermanfaat ^_^
Agar menarik dan bisa memotivasi pebelajar, multimedia harus sesuai dengan prinsip perancangan multimedia (misalnya dalam merancang multimedia, perancang harus memperhatikan prinsip koherensi.Banyak sekali pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi, menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan relevan dengan apa yang disajikan), prinsip pemilihan multimedia (misalnya dalam pemilihan multimedia, pengembang multimedia harus memperhatikan prinsip Pemilihan media harus secara objektif, bukan semata-mata didasarkan atas kesenangan guru atau sekedar sebagai selingan atau hiburan).
BalasHapusMenurut saya supaya media yang kita ranjang itu menarik dan memotivasi siswa untuk belajar kita perlu memahami prinsip2 dasar dari multimedia itu sendiri, tujuan dari multimedia dan manfaat dari multimedia agar kita bisa merancang multimedia dengan baik dan media yg kita rancang harus mudah di pahami oleh siswa, narasi dan teks harus sesuai
BalasHapusMaksud dari prinsip koherensi ini ialah ketika mendesain multimedia lalu di dalam multimedia tsb kita ingin mencantumkan, gambar,teks,narasi, video, ataupun audio visual hendaklah yang relevan atau berhubungan dengan materi
BalasHapuskalo materinya tentang bidang datar jangan pula kita sematkan animasi kucing Persia atau harimau Sumatra kan tdk nyambung,untuk estetikanya sih bagusbtapi tidak nyambung dengan materi jadi percuma kan nanti jadi salfok nanti pas pulang sekolah malah ngingat kucing persianya bukan materi bidang datarnya
Jadi cantumkan lah animasi yang sekiranya berhubungan dengan materi yg akan d ajarkan seperti persegi panjang persegi panjangnya bisa berubah bentuk menjadi segitiga layang layang jajargenjang dll serta dengan warna yang disukai anak. Sehingga bisa menarik perhatian anak