Domain Psikomotorik Dalam Pembelajaran Matematika
Ranah psikomotor merupakan ranah yang berkaitan
dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima
pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar psikomotor ini sebenarnya merupakan
kelanjutan dari hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan dan hasil belajar
afektif (yang baru tampak dalam bentuk kecenderungan-kecenderungan
berperilaku). Ranah psikomotor adalah berhubungan dengan aktivitas fisik,
misalnya lari, melompat, melukis, menari, memukul, dan sebagainya.
Hasil belajar keterampilan (psikomotor) dapat
diukur melalui: (1) pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta
didik selama proses pembelajaran praktik berlangsung, (2) sesudah mengikuti
pembelajaran, yaitu dengan jalan memberikan tes kepada peserta didik untuk
mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap, (3) beberapa waktu sesudah
pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya.
Ada beberapa taksonomi kemampuan psikomotorik.
Diantaranya yang disusun oleh Simson tahun 1972, Anita Harrow tahun 1972 dan
HR. Dave’s tahun 1975. Dari ketiga taksonomi tersebut yang paling sesuai untuk
desain pembelajaran anak-anak adalah taksonomi dari HR. Dave.
Taksonomi Dave’s terdiri dari lima kategori dari
yang tingkat pemulai ke yang paling piawai seperti yang nampak dalam
piramida. Penjelasan singkat dan kata kuci dari kelimta kelima kategori tersbut
adalah sebagai berikut.:
1.
Peniruan
Terjadi ketika siswa mengamati suatu gerakan.Mulai memberi respons serupa
dengan yang diamati.Mengurangi koordinasi dan kontrol otot-otot saraf. Peniruan
ini pada umumnya dalam bentuk global dan tidak sempurna
2.
Manipulasi
Menekankan perkembangan kemampuan mengikuti pengarahan, penampilan,
gerakan-gerakan pilihan yang menetapkan suatu penampilan melalui latihan.Pada
tingkat ini siswa menampilkan sesuatu menurut petunjuk-petunjuk tidak hanya
meniru tingkah laku saja.
3.
Ketetapan
Memerlukan kecermatan, proporsi dan kepastian yang lebih tinggi dalam
penampilan. Respon-respon lebih terkoreksi dan kesalahan-kesalahan dibatasi
sampai pada tingkat minimum.
4.
Artikulasi
Menekankan koordinasi suatu rangkaian gerakan dengan membuat urutan yang
tepat dan mencapai yang diharapkan atau konsistensi internal di antara
gerakan-gerakan yang berbeda.
5.
Pengalamiahan
Menurut tingkah laku yang ditampilkan dengan paling sedikit mengeluarkan
energi fisik maupun psikis.Gerakannya dilakukan secara rutin.Pengalamiahan
merupakan tingkat kemampuan tertinggi dalam domain psikomotorik.
Berikut ini daftar kata kerja operasional ranah
psikomotorik yang dapat digunakan untuk merumuskan indikator hasil belajar.

Daftar
kata kerja tersebut tidak mutlak. Mungkin masih ada kata kerja lain pada
konteks tertentu yang lebih tepat. Apabila menemukannya, Anda bisa
menambahkannya dalam daftar ini dan dapat menggunakannya.
Berdasarkan
jurnal Rev.
A. C. Egereonu yang berjudul “ANALYSIS OF PSYCHOMOTOR
DOMAIN AS A RELEVANT FACTOR IN THE UNDERSTANDING OF MATHEMATICAL CONCEPTS”
terdapat beberapa kebutuhan untuk menilai psikomotor dalam matematika:
1. Untuk
validitas konkuren serentak / tinggi
2. Dasar
untuk tugas baru
3. Untuk
menghindari fiksasi pada tahap selanjutnya - satu tugas mendahului / tergantung
pada yang sebelumnya.
4. Dominasi
kegiatan psikomotorik - bahkan sejak zaman kuno.
5. Pengabaian
psikomotor dalam preferensi untuk penilaian kognitif.
6. Hukum
kontak - Untuk menghapus abstraksi
7. Untuk
menerapkan konsep konsep Plagets / Bruno ke setiap gerakan dan ikon.
8. Hukum
Antisipasi Pematangan morfologis: kecenderungan untuk mengisap dari rahim oleh
anak dan rahim di luar anak untuk mengisap payudara.
9. Untuk
menyeimbangkan pengembangan kepribadian untuk tantangan di masa depan.
10. Untuk
pembelotan dini dari endowmen positif / negatif dalam kegiatan olahraga dan
opsi serupa untuk dorongan / peningkatan.
Dari pembahasan
diatas, penulis muncul beberapa pertanyaan, yaitu :
1.
Berikan contoh kemampuan psikomotor
menurut Taksonomi Dave’s yang terdiri dari lima kategori
dari yang tingkat pemulai ke yang paling piawai
2.
Pada
penerapan baik indikator hasil belajar dan tujuan pembelajaran, bolehkah pada
KD keterampilan hanya satu indikator dan satu tujuan pembelajaran ? dan langsung
menggunakan ranah keterampilan level naturalisasi

Taksonomi Dave’s terdiri dari lima kategori dari yang tingkat pemulai ke yang paling piawai seperti yang Nampak dalam piramida disamping. Penjelasan singkat dan kata kuci dari kelimta kelima kategori tersbut adalah sebagai berikut.
BalasHapusImitasi – meniru gerakan yang dilakukan oleh orang lain. Contoh: peserta didik meniru gerakan menendang bola .
Manipulasi – melakukan gerakan berbeda dengan yang diajarkan. Contoh: peserta didik melakukan gerakan menendang bola dengan gaya sendiri, tidak lagi persis yang dicontohkan orang lain.
Presisi – melakukan gerakan yang tepa atau akurat. Contoh: peserta didik menendang bola lebih terarah dan tepat sasaran.
Artikulasi – memberikan sentuhan seni dengan menggabungkan beberapa hal yang hasilnya sebuah harmoni. Contoh: peserta didik menendang bola indah dengan gerakan melengkung (gerakan pisang).
Naturalisasi – gerakan yang berkualitas menjadi bagian dari dirinya yang ketika dilakukan terjadi secara reflek. Contoh: peserta didik nampak sudah biasa menendang bola secara terarah, akurat dan indah sepeti layaknya seorang pesepak bola bertarap professional.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus