Senin, 25 Februari 2019

Domain Psikomotorik Dalam Pembelajaran Matematika


Domain Psikomotorik Dalam Pembelajaran Matematika

Ranah psikomotor merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar psikomotor ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan dan hasil belajar afektif (yang baru tampak dalam bentuk kecenderungan-kecenderungan berperilaku). Ranah psikomotor adalah berhubungan dengan aktivitas fisik, misalnya lari, melompat, melukis, menari, memukul, dan sebagainya.
Hasil belajar keterampilan (psikomotor) dapat diukur melalui: (1) pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran praktik berlangsung, (2) sesudah mengikuti pembelajaran, yaitu dengan jalan memberikan tes kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap, (3) beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya. 
Ada beberapa taksonomi kemampuan psikomotorik. Diantaranya yang disusun oleh Simson tahun 1972, Anita Harrow tahun 1972 dan HR. Dave’s tahun 1975. Dari ketiga taksonomi tersebut yang paling sesuai untuk desain pembelajaran anak-anak adalah taksonomi dari HR. Dave.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBNV2coLKRY3Xq9VCMkYBxLKseKGX_4FSkU-pIzqGoqudJc-jmFWNDLPUoqGRbPi_K6zh7bppsURfkHLnTfoDziz6YO4pgwsyqlpxX4tqlVqqbDPZMQdwRV__OJ3Y6d5p_ZtNZz65-ORM/s1600/domain+psikomotorik.png

Taksonomi Dave’s terdiri dari lima kategori dari yang tingkat pemulai ke yang paling piawai seperti yang  nampak dalam piramida. Penjelasan singkat dan kata kuci dari kelimta kelima kategori tersbut adalah sebagai berikut.:
1.        Peniruan
Terjadi ketika siswa mengamati suatu gerakan.Mulai memberi respons serupa dengan yang diamati.Mengurangi koordinasi dan kontrol otot-otot saraf. Peniruan ini pada umumnya dalam bentuk global dan tidak sempurna
2.        Manipulasi
Menekankan perkembangan kemampuan mengikuti pengarahan, penampilan, gerakan-gerakan pilihan yang menetapkan suatu penampilan melalui latihan.Pada tingkat ini siswa menampilkan sesuatu menurut petunjuk-petunjuk tidak hanya meniru tingkah laku saja.
3.        Ketetapan
Memerlukan kecermatan, proporsi dan kepastian yang lebih tinggi dalam penampilan. Respon-respon lebih terkoreksi dan kesalahan-kesalahan dibatasi sampai pada tingkat minimum.
4.        Artikulasi
Menekankan koordinasi suatu rangkaian gerakan dengan membuat urutan yang tepat dan mencapai yang diharapkan atau konsistensi internal di antara gerakan-gerakan yang berbeda.
5.        Pengalamiahan
Menurut tingkah laku yang ditampilkan dengan paling sedikit mengeluarkan energi fisik maupun psikis.Gerakannya dilakukan secara rutin.Pengalamiahan merupakan tingkat kemampuan tertinggi dalam domain psikomotorik.

Berikut ini daftar kata kerja operasional ranah psikomotorik yang dapat digunakan untuk merumuskan indikator hasil belajar.
KATA KERJA OPERASIONAL PSIKOMOTORIK.png
Daftar kata kerja tersebut tidak mutlak. Mungkin masih ada kata kerja lain pada konteks tertentu yang lebih tepat. Apabila menemukannya, Anda bisa menambahkannya dalam daftar ini dan dapat menggunakannya.
Berdasarkan jurnal Rev. A. C. Egereonu yang berjudul “ANALYSIS OF PSYCHOMOTOR DOMAIN AS A RELEVANT FACTOR IN THE UNDERSTANDING OF MATHEMATICAL CONCEPTS” terdapat beberapa kebutuhan untuk menilai psikomotor dalam matematika:
1.      Untuk validitas konkuren serentak / tinggi
2.      Dasar untuk tugas baru
3.      Untuk menghindari fiksasi pada tahap selanjutnya - satu tugas mendahului / tergantung pada yang sebelumnya.
4.      Dominasi kegiatan psikomotorik - bahkan sejak zaman kuno.
5.      Pengabaian psikomotor dalam preferensi untuk penilaian kognitif.
6.      Hukum kontak - Untuk menghapus abstraksi
7.      Untuk menerapkan konsep konsep Plagets / Bruno ke setiap gerakan dan ikon.
8.      Hukum Antisipasi Pematangan morfologis: kecenderungan untuk mengisap dari rahim oleh anak dan rahim di luar anak untuk mengisap payudara.
9.      Untuk menyeimbangkan pengembangan kepribadian untuk tantangan di masa depan.
10.  Untuk pembelotan dini dari endowmen positif / negatif dalam kegiatan olahraga dan opsi serupa untuk dorongan / peningkatan.

Dari pembahasan diatas, penulis muncul beberapa pertanyaan, yaitu :
1.        Berikan contoh kemampuan psikomotor menurut Taksonomi Dave’s yang terdiri dari lima kategori dari yang tingkat pemulai ke yang paling piawai
2.        Pada penerapan baik indikator hasil belajar dan tujuan pembelajaran, bolehkah pada KD keterampilan hanya satu indikator dan satu tujuan pembelajaran ? dan langsung menggunakan ranah keterampilan level naturalisasi



2 komentar:

  1. Taksonomi Dave’s terdiri dari lima kategori dari yang tingkat pemulai ke yang paling piawai seperti yang Nampak dalam piramida disamping. Penjelasan singkat dan kata kuci dari kelimta kelima kategori tersbut adalah sebagai berikut.
    Imitasi – meniru gerakan yang dilakukan oleh orang lain. Contoh: peserta didik meniru gerakan menendang bola .
    Manipulasi – melakukan gerakan berbeda dengan yang diajarkan. Contoh: peserta didik melakukan gerakan menendang bola dengan gaya sendiri, tidak lagi persis yang dicontohkan orang lain.
    Presisi – melakukan gerakan yang tepa atau akurat. Contoh: peserta didik menendang bola lebih terarah dan tepat sasaran.
    Artikulasi – memberikan sentuhan seni dengan menggabungkan beberapa hal yang hasilnya sebuah harmoni. Contoh: peserta didik menendang bola indah dengan gerakan melengkung (gerakan pisang).
    Naturalisasi – gerakan yang berkualitas menjadi bagian dari dirinya yang ketika dilakukan terjadi secara reflek. Contoh: peserta didik nampak sudah biasa menendang bola secara terarah, akurat dan indah sepeti layaknya seorang pesepak bola bertarap professional.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

REFLEKSI

Nama      :Septi Nurwulandari NIM       :P2A918027 Materi     :Criteria For Authentic Assessment Of Mathematics: Understanding Success...